Berdirinya Kerajaan Majapahit

Di wilayah Kabupaten Mojokerto ada desa bernama desa Trowulan. Di desa Trowulan inilah dulu diperkirakan tempat keraton (istana) Majapahit berdiri. Di Trowulan sekarang didirikan Museum Purbakala Trowulan. Banyak benda-benda bersejarah di simpan di museun ini. Letak museun ini berada di tepi jalan raya sehingga memudahkan orang untuk berkunjung kesana.
Berdirinya Kabupaten Mojokerto tak bisa dipisahkan dari Kerajaan Majapahit. Kabupaten Mojokerto adalah penerus Kerajaan Majapahit yang telah runtuh. Tentu saja penamaan Mojokerto dilakukan jauh setelah majapahit runtuh.
Kisah Kerajaan Majapahit ada dua macam (versi) yang satu menurut cerita sejarah dan yang satunya menurut cerita rakyat (babad). berdirinya Kerajaan Majapahit menurut versi sejarah bisa di baca daam buku pelajaran sejarah, sedangkan menurut cerita rakyat (babad) adalah sebagai berikut.
Konon, dahulu ada seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran yang melarikan diri ke wilayah Pulau Jawa sebelah timur. Pangeran itu bernama Raden Jaka Sesuruh. Ia melarikan diri karena Kerajaan Pajajaran dikuasai pemberontak yang bernama Ciung Wanara.
Ciung Wanara sebenarnya masih putra Raja Pajajaran sendiri. Ia lahir dari salah satu istri (selir) Raja Pajajaran karena diramalkan kehadirannya akan membawa akibat buruk, saat bayi Ciung Wanara dibuang oleh Raja Pajajaran. Setelah dewasa, ia bermaksud untuk balas dendam. Oleh karena itu, Ciung menyerbu Pajajaran dan menguasai.
Raden Jaka Sesuruh terus berlari ke timur. Ia ingin ke puncak Gunung Kombang. Ia ingin meminta petunjuk kepada nenek pertapa itu. Apa yang dilakukannya sekarang.
Di tengah perjalanan Raden Jaka Sesuruh merasa kehausan perutnya juga sudah berkali-kali merasa lapar. Beruntung ia, karena tidak jauh ada sebuah rumah dan rumah itu besar, namun sangat sederhana yang atapnya dari rumbia dan dinding nya dari kulit kayu kering kemudian Raden Jaka mendatangi rumah itu.
Seorang pemuda membukakan pintu saat Raden Jaka Sesuruh selesai mengetok pintu.
"Siapakah Tuan? ada keperluan apakah tuan datang kerumah saya?"tanya pemuda itu.
"Aku adalah pengembara danaku ingin meminta air minum dan sedikit makan jika ada. bolehkah?"
"Tentu boleh tuan! Mari silahkan masuk!"
Raden Jaka sesuruh kemudian masuk kedalam rumah, di dalam rumah ada dua orang pemuda dan seorang gadis.
"Perkenalkan Tuan. nama saya Jaka Wirun. Dua pemuda dan gadis itu adalah adik-adik saya, dua pemuda itu bernama Jaka Nambi dan Jaka Bandar sedang seorang gadis itu bernama Rara Uwuh. Lalu, siapakah nama Tuan?" Tanya Jaka Wirun.
Namaku Raden Jaka sesuruh. Aku berasal dari kerajaan Pajajaran.
"Oh maafkan hamba, Raden! hamba tidak tahu kalau anda seorang pangeran dari Pajajaran. Ayo Rara Uwuh segera siapkan makanan dan minuman untuk Raden Ini!"
Rara Uwuh segera menyiapkan apa yang diinginkan Raden Jaka sesuruh.
Raden Jaka sesuruh segera meminum air minumnya lalu mengisi sedikit makan untuk mengisi perutnya.
"Apakah Gunung Kombang masih jauh dari sini?" tanya Raden Jaka sesuruh setelah memakan dan minum nya.
"Tidak begitu jauh, Raden. Namun berbahaya kalau Raden pergi ksana sekarang, hari sebentar lagi malam. Sebaiknya, Raden menginap dulu disini besok pagi-pagi kami antar Raden kesana!" kata Jaka Wirun.
Untuk apa kalian mengantarku?" tanya Raden Jaka sesuruh ingin tahu.
"Kami ingin menjadi pengikut Raden, kami lihat Raden sendirian mungkin kami bisa membantu Raden nanti."
Raden Jaka sesuruh membenarkan kata-kata Jaka Wirun. Akhirnya, Raden Jaka sesuruh memperbolehkan Jaka Wirun dan saudaranya menjadi pengikutnya.
Malampun berlalu pagi telah datang dan Raden Jaka sesuruh berangkat menuju Gunung Kombang di iringi Jaka Wirun dan ketiga saudara nya kemudian mereka sampai ke puncak Gunung Kombang dan seorang nenek pertapa menyambut kedatangan mereka.
"Aku sudah ahu maksud kedatanganmu,Raden sekarang Raden teruslah berjalan ke timur berhentilah saat Raden menemukan sebuah pohon maja yang buah nya hanya sebuah dan aku akan memberikan Raden dua ekor burung perkutut yang mana burung itu yang akan menunjukkan dimana letak pohon maja itu kemudian bukalah hutan di sekitar pohon maja tersebut jadikan sebuah perkampungan yang mana disitu Raden akan menjadi orang besar!" kata nenek pertama yang kemudian menghilang.
Sehilangnya nenek pertapa datanglah dua ekor burung perkutut kedua burung perkutut tersebut berputar-putar diatas kepala Raden Jaka Sesuruh kemudian burung perkutut tersebut terbang pelan kea timur.
"Ayo kita ikuti kedua burung itu!" ajak Raden Jaka Sesuruh pada Jaka Wirun dan ketiga saudara nya.
Mereka mengikuti kedua ekor burung perkutut itu terbang setelah cukup lama akhirnya kedua burung itu hinggap di suatu pohon dan itulah pohon maja dan pada saat itupohon itu sedang berbuah dan hanya satu buah nya.
"Kita telah sampai, lihatlah itu pohon maja buahnya hanya satu dan keduaa pohon itu hinggap di dahannya," kata Raden Jaka Sesuruh.
"Untunglah sudah sampai, aku haus sekali biarlah kita makan buah itu mungkin, bisa menghilangkan rasa hausku!" kata Jaka Wirun.
Ia mengambil buah maja itu kemudian membelah dan membaginya dengan saudara-saudara nya. Namun, apa ayang terjaadi saat mereka memakan buah maja tersebut?
Buah maja tersebut ternyata pahit rasanya, Jaaka Wirun segera memuntahkan buah tersebut yang mana telah terlanjur memakannnya.
"Maja pahit! buah maja ini rasanya pahit" teriak jaka wirun.
Raden Jaka Sesuruh tergerak hatinya mendengar teriakan Jaka Wirun itu kemudian Ia memandangi sekeliling.
"Kalian jadi saksinya,tempat ini aku namakan Majapahit! ayo sekarang kita mendirikan tempat menginap seadanya dulu.Mulai besok kita akan menebangi pepohonan untuk menciptakan tempat pemukiman baru."
Keesokan harinya mereka memulai menebangi pepohonan.Setelah beberapa lama,terbukalah hutan itu.Rumah-rumah segera di bangun dari batang-batang pohon sisa tebangan maka, jadilah majapahit menjadi sebuah dusun kecil dan lama-lama banyak pendatang baru yang ingin gabung jadilah Majapahit sebuah desa yang ramai semakin lama semakin banyak pendatang baru.Raden Jaka Sesuruh mengajak mereka membangun mereka agar lebih maju.
Majapahitpun akhirnya menjadi kerajaan dan Raden Jaka Sesuruh diangkat menjadi rajanya yang mana bergelar Prabu Brawijaya. Prabu Wijaaya mengangkat Jaka Wirun menjadi Patih nya, sedangkan Jaka Nambi diangkat menjadi penasehat raja, kemudian Jaka Bandar diangkat menjadi panglima perang dan Rara Uwuh diangkat menjdi kepala dayang-dayang.

note book :
These stories include legends
Masyarakat mojokerto mengenal betul legenda ini memang, legenda ini berbeda dari cerita sejarah.Dalam cerita sejarah, yang mendirikan Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Konon saat Kerajaan Majapahit runtuh bekas wilayahnya menjadi kadipaten-kadipaten kecil. Wilayah Majapahit sendiri berubah menjadi Kadipaten Japan dan pada zaman Sultan Agung (Mataram Islam), Kadipaten Japan diubah menjadi Kadipaten Mojokerto dan nama Mojokerto tetap dipakai hingga sekarang menjadi Kabupaten Mojokerto,Jawa timur.

Sumber : Grasindo

Artikel Terkait :



2 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus.............

Saya minta izin untuk copy cerita sebagai tugas makalah di sekolah
oke....

Anonim mengatakan...

oke

Poskan Komentar